Bisnis

Cara Menghasilkan Uang Dari Cerpen

Bagi sebagian orang, membaca bukan lagi sekadar hobi, tapi juga sudah menjadi kebutuhan. Bahkan ada di antaranya yang merasa "sakau" jika sehari saja tak membaca. Kecanduan membaca adalah satu hal yang positif. Selagi konten tidak mengandung opini yang menyesatkan, membaca nyaris tak punya efek negatif.

Salah satu bacaan yang mudah dan murah adalah cerpen. Mudah karena kita bisa membacanya kapan saja dan di mana saja. Pada era digital seperti sekarang ini, relatif mudah untuk mendapatkannya di dunia maya, cukup mengetikan kata kunci di mesin pencari, kemudian muncul link-link yang siap dikunjungi. Dan murah karena kita tak harus mengeluarkan uang untuk membeli buku, majalah atau surat kabar.

Kondisi sekarang jauh berbeda dengan dulu pada saat internet belum mudah diakses. Waktu kecil, saya harus menunggu seminggu sekali untuk bisa membaca surat kabar edisi minggu. Itu pun hanya ada satu judul. Untuk dapat membaca cerpen dengan banyak pilihan, saya harus membeli majalah khusus cerpen yang terbit dua minggu sekali.

Pertanyaannya adalah, apakah selamanya kita hanya akan menjadi penikmat saja? Pertanyaan itu muncul di benak saya, ketika mulai menyukai cerpen. Saya befikir, jika orang lain bisa, kenapa saya tidak? Maka saya mencoba untuk menulis cerpen. Tentu saja pada awalnya saya mengalami banyak kesulitan, bahkan untuk memulai menyusun paragraf pertama. Sadar belum berpengalaman, saya menambah intensi bacaan. Semua butuh proses, termasuk menjadi penulis cerpen.

Pada waktu itu, saya berfikir, tidak hanya ingin menjadi penikmat saja. Saya juga harus bisa menjadi pencipta. Berawal dari motivasi sederhana itu, saya mulai belajar menulis  kepada siapa saja, sambil terus menambah referensi. Seiring berjalannya waktu, saya mulai berani  memublikasikannya di media sosial, juga mengirimkan naskah ke media cetak. Bukan tidak mungkin, kita bisa mendapatkan penghasilan dari hobi. Memang, motivasi saya bukan mendapatkan materi, namun jika ada peluang, kenapa tidak diambil? Prinsipnya, saya siap mengeluarkan biaya demi hobi dan kebutuhan, maka saya juga bisa mendapatkannya dari hobi dan kebutuhan tersebut.

Banyak peluang untuk mendapatkan penghasilan dari hobi menulis cerpen. Setidaknya ada dua jalur untuk mendapatkannya;

1. Mengirimkannya ke media cetak.
Sebelum mengirimkannya ke media cetak, pastikan dulu pangsa pasar media tersebut. Pelajari dulu syarat dan ketentuannya. Setiap media punya genre yang berbeda. Kirimkan naskah yang sesuai dengan media  tersebut. Tidak lucu jika kita mengirim tulisan bertema remaja ke majalah anak-anak. Setiap media memberikan honor yang berbeda untuk setiap naskah yang dimuat. Untuk cara pengirimannya silahkan klik di sini

2. Memublikasikannya di website.
Dengan memiliki blog atau website, kita dapat memublikasikan cerpen yang telah dibuat. Blog yang menarik dan memenuhi syarat, bisa mendapatkan iklan. Pemilik blog mendapatkan uang dari setiap iklan yang di klik.

3. Menerbitkan Kumpulan Cerpen.
Menerbitkan buku adalah impian setiap penulis. Namun untuk menembus penerbit major, bukan perkara yang mudah. Tak perlu berkecil hati, kita masih bisa menerbitkannya melalui penerbit indi. Hanya saja buku yang kita terbitkan pada penerbit indi tidak dijual di toko-toko buku. Buku hanya dicetak ketika ada yang memesan. Kita harus pandai-pandai mempromosikan buku tersebut.

Semua itu tergantung pada niat dan kerja keras kalian, semua hal yang kita kerjakan dengan bersungguh-sungguh pasti akan menghasilkan sembuah hal yang dapat berguna bagi hidup kita, meskipun hasil yang kita capai kurang memuaskan. Akan tetapi jika kita tidak mau mencobanya kesuksesan akan semakin jauh pada langkah kita. Jadi kuncinya adalah MAU dan KERJA KERAS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar